BEASISWA PENELITI BUDAYA
Posted by horasio on July 16, 2009
KOMPAS.com - Beasiswa dari The Japan Foundation untuk para budayawan, seniman dan peneliti di Indonesia mulai berkurang sejak adanya krisis keuangan global.
Humas The Japan Foundation Jakarta, Diana S Nugroho, di Jakarta, Kamis (16/7), mengatakan, krisis keuangan global yang melanda Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu berdampak di negara-negara lainnya khususnya Jepang.
“Khusus di Asia, Jepang paling parah terkena imbasnya,” kata Diana saat ditemui di kantor The Japan Foundation, di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan.
Menurut dia, anggaran dari The Japan Foundation sebagian besar atau sekitar 99 persen berasal dari pajak rakyat yang dikelola pemerintahan Jepang, sedangkan sisanya berasal dari sumbangan dari simpatisan.
Untuk itu, program beasiswa yang rutin digelar The Japan Foundation sejak tahun 2008 hingga 2009 menurun.
Jika selama setahun ada sekitar seratusan seniman, budayawan, dan peneliti yang memperoleh beasiswa dari The Japan Foundation, tahun ini berkurang menjadi puluhan saja.
“Kami berharap perekonomian di Jepang bisa stabil lagi, sehingga program yang ada bisa direalisasikan kembali,” ujarnya.
Adapun penerima beasiswa The Japan Foundation di antaranya, seniman Djaduk Ferianto yang mendapat beasiswa berupa belajar seni suling, Penari Didik Nini Towok belajar seni tari klasik dan peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Muchtar Pabotinggi melakukan riset nasionalisme Bahasa Jepang.