Horas’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Archive for the ‘>>> INFO Gadget Gadget Gadget Gadget >>>’ Category

Banjir Blackberry, Pasar Menggembung!

Posted by horasio on April 26, 2009

Tiya (28) gembira bukan kepalang. Impiannya selama berbulan-bulan untuk memiliki BlackBerry yang populer disebut BB akhirnya terwujud awal April lalu saat Fenta, suaminya, tiba-tiba membangunkannya dari tidur lalu menyodorkan kardus berisi BB baru.

1853155p

”Ku kira mimpi karena setengah tak percaya,” katanya, Sabtu (25/4). Demam BB—biasa disebut si telepon cerdas—sejak setengah tahun lalu melanda masyarakat menengah ke atas di Jakarta. Permintaan konsumen akan BB naik tajam. Gerai telepon seluler penjual BB bisa menjual 5-10 BB dalam sehari. Wabah telepon yang mulai populer saat calon (waktu itu) Presiden AS Barack Obama menggunakannya untuk kepentingan kampanye. Demam BB pun kian merebak. Telepon cerdas ini lalu seolah menggambarkan sebagai simbol status kaum berpunya dan kelompok intelektual. Seiring dengan menguatnya demam BB itu, tren penyelundupan juga kian marak. Berbagai cara digunakan oleh para pedagang untuk memasukkan BB demi memenuhi antrean konsumen yang tak pernah terputus. Bahkan, untuk memudahkan barang masuk, ada pedagang yang melibatkan oknum aparat Kantor Imigrasi. Padahal, tak semua pemilik BB memenuhi kriteria simbol status itu, ada yang sekadar bergaya. Dengan demikian, fungsi BB sebagai telepon cerdas tak termanfaatkan maksimal. ”Gue hanya butuh buat nelepon dan buka facebook (FB),” kata seorang mahasiswa di Jakarta. Tiya mengaku memanfaatkan BB-nya secara maksimal. ”Pakai BB bisa buka internet dengan cepat. Saya bantu suami nyari makan lewat BB dan buat gaul lewat FB.” Hari-hari ini warga dari berbagai usia masih terus berburu BB. Tingginya permintaan telepon seluler ini tampak dari angka penjualan dan banyaknya konsumen memenuhi gerai BB. Pantauan di pusat perdagangan telepon seluler di ITC Roxy Mas dan ITC Cempaka Mas serta ITC dan Mal Ambassador, pekan lalu, memberikan gambaran BB tetap diburu konsumen. Di sisi lain, guna merangsang konsumen, pedagang memasang iklan BB secara mencolok di Jalan Prof Satrio, dekat ITC Ambassador.

<—!more—>

Di ITC Roxy, beberapa toko HP memasang tulisan dalam huruf besar: sedia BlackBerry asli, bergaransi. Pemandangan sama terlihat di ITC Ambassador. Pengunjung mal yang lewat selalu mendapat pertanyaan dari penjual. ”Cari BB, Kak? Ada nih, lengkap dengan garansi.” Perang berebut konsumen di antara para pedagang tak hanya sebatas iming-iming garansi, tetapi sistem pembelian kredit. Gerai WII Shop di Mal Ambasador, misalnya, menawarkan pembelian BB secara angsuran selama enam bulan dan 12 bulan dengan bunga kompetitif. Tingginya permintaan membuat harga BB tetap di kisaran Rp 5,7 juta sampai Rp 7 juta per buah, tergantung dari serinya. Seri BB yang banyak beredar adalah Bold, Javelin, Storm. Seri lain 8310 dan 8320 yang lebih murah. ”Maaf, harganya belum bisa turun karena permintaan tetap tinggi, terutama seri Bold,” kata pegawai gerai BlackBerry City di ITC Ambassador. Rupanya berebut konsumen antarpedagang tak berhenti di situ. Untuk merangsang konsumen, mereka menawari garansi setahun, servis plus suku cadang sampai up grade software gratis. Padahal, ongkos upgrade Rp 150.000-Rp 200.000. Pasokan tetap lancar Lancarnya pasokan telepon seluler kelas atas, seperti BB, mengherankan kalangan pedagang ponsel. Pasalnya, impor resmi ponsel saat ini justru sedang sulit. Sejak Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu memberlakukan aturan tentang Ketentuan Impor Produk Tertentu, importir resmi merasakan jalan panjang untuk impor BB. Penasihat Asosiasi Pedagang dan Importir Telepon Genggam (Aspiteg) Ali Cendrawan menyebut, pengimpor harus memenuhi 17 syarat. Tak hanya itu, mereka juga harus melalui perjalanan berliku. ”Peraturan baru waktu impor telepon seluler dari 2-3 hari beres menjadi sampai delapan hari,” tukas Ali. Jalan berliku itu diduga membuat pedagang memilih jalan pintas ilegal daripada mengimpor resmi. Oleh sebab itu, Aspiteg minta Mendag Mari Pangestu memangkas aturan yang tak perlu, seperti kewajiban pemeriksaan surveyor. ”Nambah biaya dan waktu saja,” ujar Ali. Menanggapi keluhan Aspiteg, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Departemen Perdagangan Diah Maulida menjelaskan, pengaturan impor tersebut tidak untuk menghambat perdagangan, tetapi memastikan impor dilakukan dengan prosedur benar oleh importir bertanggung jawab. Jika sebagian kalangan importir merasa dipersulit, padahal permintaan dalam negeri amat tinggi, hal itu perlu dipandang sebagai potensi untuk berinvestasi di dalam negeri. Diah membantah proses perizinan impor melambat setelah peraturan menteri perdagangan (permendag) berlaku. Akan tetapi, Departemen Perdagangan juga tak punya data impor telepon genggam sebelum dan sesudah permendag berlaku. Namun, Diah tak menampik tingginya potensi penyelundupan. Data resmi diduga akan lebih kecil ketimbang kenyataan di masyarakat. Dugaan itu tidak keliru. Faktanya, Kantor Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencatat, angka penyelundupan untuk gadget ini terus meningkat. Jenis telepon yang banyak diselundupkan adalah BB. Selama permintaan terus meroket ketimbang kemampuan pasokan, pedagang akan mencari jalan pintas untuk memenuhi hasrat konsumen yang menjanjikan keuntungan. Terbukti aktivitas penyelundup tak pernah jera. Itu bisa diartikan masuk melalui jalur ilegal ternyata tidak rumit.

Tanggapan:

Posted in >>> INFO Gadget Gadget Gadget Gadget >>> | Leave a Comment »

Advan A1N70T, Netbook Murah

Posted by horasio on April 26, 2009

Jumat, 24 April 2009  |

075846p


Pada awalnya merek Advan hanya menghadirkan notebook ekonomis yang kerap muncul dengan satu ciri khas, tanpa modem dial-up. Meski kelihatannya kurang berarti, absennya fasilitas tersebut nyatanya membuat harga Advan relatif sangat kompetitif dibandingkan kompetitor. Tidak adanya fitur modem juga menjadikan jajaran notebook Advan seperti netbook yang desainnya memang lebih difokuskan untuk penggunaan wireless.

Nah tahun ini Advan muncul dalam bentuk netbook yang dalam jajaran produk mobile-nya disebut sebagai seri A. Fisik netbook Advan ini amat mirip dengan beberapa merek yang lebih dulu populer, MSI Wind salah satunya.

Dugaan kami netbook Advan A1N70T memang diproduksi pabrikan ODM (Original Design Manufacturer) di mana sebuah desain seringkali diimplementasikan pada beberapa merek. Kalaupun ada perbedaan, hanyalah terletak pada tata letak fitur dan fungsi shortcut yang disediakan.

Desain yang pasaran ini membuat netbook Advan seolah-olah tidak memiliki ciri khas yang cepat diingat orang. Agaknya pihak Advan ingin menghadirkan produk semurah mungkin dibanding pesaing mereka, karena itu soal desain menjadi faktor yang seringkali diabaikan agar harga jual bisa serendah mungkin. Taktik penetrasi produk seperti ini memang acapkali diplot mentah-mentah produk dari Cina.

Sebagaimana umumnya netbook, Advan A1N70T mengandalkan prosesor Intel Atom N270 berkecepatan 1,6GHz yang memiliki lebar bandwidth FSB 533MHz. Komponen lain pun masih serupa dengan lainnya, seperti memori DDR2 1GB, harddisk SATA 160GB, dan Webcam 1,3 megapixel. Koneksi yang ditawarkan sangat umum seperti wireless dan kabel via LAN, cuma tanpa fitur Bluetooth. Ukuran layar 10,2” yang digunakan memang menjadi trend netbook masa kini, sayang layarnya tidak menawarkan sudut pandang yang tinggi sehingga tampilan hanya lebih nyaman bila dalam posisi berhadapan saja.

Memakai Advan A1N70T untuk mengetik memang menyenangkan karena keyboard yang tersedia memberikan tombol-tombol besar yang mudah untuk ditekan. Hal sebaliknya terjadi pada touchpad plus tombolnya yang tampil terlalu imut sehingga menyulitkan Anda yang berjari besar saat mem-browsing Web misalnya, akan lebih nyaman diakses menggunakan mouse eksternal.

Untuk mempermudah penggunaannya, Advan menambahkan shortcut ekstra untuk melakukan bowsing, membuka e-mail (Outlook Express), dan juga menjalankan media player. Tidak banyak memang, tetapi cukup bermanfaat.

Perilaku kinerja Advan A1N70T seperti juga netbook lain yang mengusung dapur pacu serupa, Atom N270. Kalaupun ada yang berbeda mungkin hanya pada daya tahan penggunaan netbook, dalam hal ini kapasitas batere. Advan yang menggunakan batere 4400mAh boleh sedikit berbesar hati karena daya tahannya terhitung lama dibanding beberapa netbook yang kami coba. Namun daya tarik utama agaknya pada harga jual netbook ini yang amat murah (sekitar US$ 340-an).

Sumber: InfoKomputer

PLUS: Keyboard besar; shorcut ekstra; daya tahan batere; harga ekonomis.

MINUS: Desain konvensional; kinerja grafis rendah; tanpa Bluetooth.

HASIL PENGUJIAN
Kedua netbook ini secara spesifikasi cukup mirip. Desain Joybook Lite U101 lebih cantik dibandingkan Advan yang sederhana. Namun daya tahan batere Advan nyaris 2x lipat Joybook Lite. Karena itulah pemakaian Advan untuk bekerja dan hiburan lebih lama. Perbandingan skor grafis keduanya terpaksa dilewatkan karena Joybook Lite dengan memori yang terbatas tak mampu menjalankan uji 3DMark2006.

Pengujian
BenQ Joybook Lite U101
Advan A1N70T
Cinebench R10
17 menit 56 detik
17 menit 31 detik
Encoding video
57 menit 24 detik
57 menit 37 detik
Encoding audio
15 menit 55 detik
14 menit 10 detik
3DMark 2006
-
87
Daya tahan batere
Memutar HD Video
1 jam 51 menit 58 detik
2 jam 23 menit 14 detik
Battery Eater
1 jam 50 menit 30 detik
2 jam   7 menit 48 detik

Spesifikasi ADVAN A1N70T
Prosesor: Intel Atom N270 (1,6GHz, 512KB cache, FSB 533MHz)
RAM: 1GB, DDR2 667MHz
Chipset: Intel 945GME
Kartu Grafis: GMA 945
Harddisk: 160GB SATA
Optical drive: Tidak ada
Fasilitas: Wi-Fi, LAN, card reader (4-in-1), USB (3), Webcam 1,3MP, VGA-out.
Layar: 10,2”, resolusi 1024×600 pixel
Kartu suara: Realtek ALC662, HD audio
Sistem Operasi: Free DOS
Batere: 4400mAh
Dimensi: 25,8×18,9×2,8 cm
Bobot: 1,27kg
Garansi: 1 tahun
Situs Web: www.advandigital.com
Harga kisaran*: Rp 3.999.000
* Intech Surya Abadi, (021) 6583-0222

Posted in >>> INFO Gadget Gadget Gadget Gadget >>> | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.