Horas’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Glorious REDS that turned to Blue

Posted by horasio on April 10, 2009

back for good...back for good,..back for good......

back for good...back for good,..back for good......

Jelang pertandingan, optimisme pantas memayungi fans Liverpool di seantero muka bumi. Pasalnya, catatan hasil pertandingan terakhir menunjukkan bahwa The Kop telah benar-benar memiliki mental juara. Lima kemenangan beruntun jadi acuan untuk memantapkan dukungan malam itu. Adrenalin lantas mengalir, ketika clinical finished dari Fernando Torres di menit ke 6, gagal ditepis Cech. Serbuan yang berawal dari sayap kanan, mengundang Arbeloa untuk overlap dan memberi crossing datar matang bagi “El Nino”. 1-0, dan Anfield mulai bersorak glory penuh kemenangan.

Malam itu, pertandingan sepertinya akan menjadi milik The Reds. Lucas Leiva yang diturunkan mengisi posisi Mascherano memang sedikit gugup mengatur lapangan tengah bersama Xabi Alonso. Namun setengah jam laga berjalan, Chelsea belum berhasil menerobos, kecuali beberapa kesalahan koordinasi lini belakang yang coba dimanfaatkan oleh Didier Drogba.

The Blues Chelsea pun terasa tampil apa adanya. Seperti hendak meminimalisir hasil agregat dari leg pertama ini. Peran Lampard nyaris tenggelam, demikian juga Ballack. Hanya Essien yang terus tertangkap kamera menjalankan tugasnya, zonal marking sambil terus berkonsentrasi kepada Gerrard. Alhasil, bola beralih ke sisi sayap. Gus Hiddink menurunkan Ivanovic, yang aslinya centre back mengisi tempat Bosingwa. Ini mengapa Riera kurang hidup dari sayap kiri Liverpool. Sementara Dirk Kuat di kanan mesti berjibaku dengan sosok Ashley Cole yang tak asing lagi. Meski mungkin tidak 100%, determinasi dan kerja keras Kuyt malam itu tetap terlihat dalam menyerbu maupun mengawal Florent Malouda. Drogba terisolir, dan duel lini tengah hanya menghasilkan bola yang hilir-mudik.

Siasat The Blues mulai tercium usai beberapa kali memperoleh tendangan sudut, maupun tendangan bebas. Bola-bola mati menjadi sarana untuk mengancam.

Dan,…. zonal marking yang selama ini saklek diterapkan lini belakang Liverpool menerima akibatnya. Menit 39, ketika dari sebuah sepak pojok Ivanovic yang tak terkawal tiba-tiba melompat untuk bebas menanduk bola dalam kotak penalti. Reina pun tak berdaya. Terlihat jelas jika sang kiper sangat menggantungkan keamanan wilayah udaranya pada para pemain. Sayang, rencana Gus Hidding kadung berjalan di momen yang sangat pas. Skor 1-1bertahan hingga turun minum.

Liverpool FC v Chelsea FC

Di babak kedua, The Reds berupaya bangkit. Belum ada pergantian, namun Riera dan Gerrard nampak mulai menggeliat. Namun, Ballack dan Essien mampu mengimbangi. Lucas Leiva mulai tercecer, sementara Xabi hanya melingkari zona tengah seperti tak berani naik. Rafa mulai berpikir untuk mengubah alur permainan dengan memasukkan Yossie Benayoun, yang segera berotasi dengan Kuyt dan Gerrard.

Seperti lupa akan proses gol balasan di babak pertama, lagi-lagi Ivanovic menjadi petaka bagi Anfield malam itu. Kali ini ia menerima bola di tiang dekat dan langsung menyelesaikannya. Xabi terlihat jelas terlambat melompat. Sementara bek lainnya cenderung berkonsentrasi pada Terry, Ballack maupun Drogba. Kali ini, set piece yang jelas dipersiapkan Gus Hiddink benar-benar membukakan mata para pemain bertahan, maupun pendukung Liverpool. Salomon Kalou yang beroperasi di sayap kanan atau tengah menemani Drogba, justru mulai berani melakukan dribling berbahaya.

Memang, malam itu sepertinya bukan milik punggawa Liverpool. Aurelio muilai kepayahan, sementara Arbeloa yang mulai ikut naik meninggalkan posnya. Hanya selang tiga menit gol dari Ivanovic, Malouda memanfaatkan ruang kosong di sayap kiri untuk mengirim umpan tajam menyusur tanah. Walau hanya seorang Drogba yang bertarung di kotak penalti dengan Carragher dan Skrtel, namun ia hanya perlu mencocor bola untuk kembali menaklukkan Reina. Sekali lagi liverpudlian mesti menerima ekspresi kegembiraan stiker Pantai Gading tersebut.

Skor 1-3 jelas tak nyaman buat skuad Liverpool. Anehnya, perubahan taktik yang berjalan justru semakin menunjukkan kelimbungan permainan anak-anak Melwood ini. Pergantian Benayoun yang belum lagi “nyetel”, dilanjutkan Rafa dengan coba memasukkan Dossena di sisi kiri. Sayang, beban menerima keadaan tertinggal mempengaruhi kualitas permainannya sampai ke hal-hal elementer. Benayoun terus berusaha membongkar ketatnya wilayah Ivanovic. Sedang Ashley Cole tampil disiplin malam itu. Kuyt menghadapi penjagaan ketat dan harus selalu waspada atas pergerakkan wing back Timnas Inggris ini. Keputusan Rafa memasukkan tenaga baru pada seorang Babbel menggantikan Leiva juga seperti sudah terbaca. Bergesernya Gerrard memang sedikit mempengaruhi penampilan Xabi yang mulai bebas menjelajah ke depan. Namun, dukungan sisi sayap yang benar-benar jeblok, menegaskan harga yang harus dibayar Anfield malam itu. Instruksi spesifik Babbel untuk rajin melakukan tusukan-tusukan ke jantung pertahanan malah dengan mudah dimentahkan para pemain Chelsea yang semakin mantap meraih kepercayaan diri. Di 15 menit waktu yang tersisa, masih layak untuk mengharapkan munculnya sebuah keajaiban. Namun, The Blues cekatan mengambil alih permainan dan mengatur tempo. Anelka masuk menggantikan Drogba di sepuluh menit terakhir. Tercatat dua kali, serangan balik Chelsea nyaris kembali membobol gawang Reina karena sistem pertahanan mereka yang mau tidak mau naik hingga setengah lapangan. Jelang akhir pertandingan, hymne YNWA tetap berkumandang….Mengisi langit si Merah yang berubah menjadi biru kelabu.

What about next on Stanford Bridge, Lads? Fullfil your Ammo and ready to Reload…..We’ve gonna need a lot of action!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: