Horas’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Mandi Sinar Matahari

Posted by horasio on April 26, 2009

ukuatu , Bali Intercontinental resorts

uluwatu , Bali Intercontinental resorts

MENJAGA tubuh tetap hangat bukan satu-satunya alasan bagi kadal dan makhluk lain berdarah dingin untuk berjemur. Sebab, menurut studi yang akan disiarkan di dalam Physiological and Biochemical Zoology terbitan Mei/Juni nanti, bunglon mengubah prilaku mandi sinar matahari mereka berdasarkan kebutuhan mereka akan vitamin-D.

“Ada pendapat lama bahwa pengaturan suhu adalah satu-satunya alasan kadal berjemur,” kata Kristopher Karsten, ahli biologi di Texas Christian University yang memimpin studi tersebut.

“Hasil kami menunjukkan bahwa selain pengaturan suhu, pengaturan vitamin-D tampaknya juga memiliki dampak penting pada prilaku berjemur,” ujarnya.

Bunglon, seperti juga manusia dan kebanyakan makhluk lain yang bertulang belakang, mendapat vitamin-D dengan dua cara. Mereka dapat menyerapnya dari makanan, atau menghasilkannya di kulit. Namun, guna memperoleh vitamin-D kulit harus terpajan (exposed) pada radiasi sinar ultraviolet.

Guna menguji-coba apakah bunglon mengubah pola mandi sinar matahari mereka berdasarkan asupan vitamin-D dari makanan, Karsten mengamati prilaku dua kelompok bunglon yang berbeda.

Satu kelompok memperoleh tingkat vitamin-D dosis tinggi dari dalam tubuh mereka, berkat makanan berupa jangkrik yang ditaburi bubuk vitamin-D. Kelompok tersebut secara rutin memakan jangkrik dan memperoleh vitamin-D dosis rendah. collared-lizard

Semua bunglon itu kemudian ditempatkan di lingkungan terbuka yang memiliki daerah terbuka bagi sinar matahari langsung, dan satu pohon guna memberikan sinar matahari yang tersaring dan tempat teduh. Demikian laporan kantor berita resmi China, Xinhua, seperti dikutip ANTARA.

Bunglon biasanya bergerak dari sinar matahari ke tempat teduh sepanjang siang hari. Namun, Karsten mendapati bahwa bunglon yang diberi makanan vitamin-D dosis rendah menggantinya dengan peningkatan pajanan mereka terhadap sinar ultraviolet. Sebaliknya bunglon dengan makanan vitamin-D dosis tinggi, membatasi pajanan mereka terhadap sinar ultraviolet.

“Kelihatannya bunglon ’panther’ memiliki kemampuan mengukur tingkat vitamin-D di dalam tubuh mereka dan mengubah prilaku berjemur mereka sesuai kebutuhan,” kata Karsten. Dan mereka melakukannya dengan ketepatan yang luar biasa!

“Bunglon sama efektifnya dengan kemungkinan perhitungan matematis melalui metode kita dalam pengaturan pajanan optimal sinar ultraviolet bagi kadar vitamin-D mereka,” katanya.

“Kami menduga mereka sangat handal dalam mengatur pajanan sinar ultraviolet mereka, kami sebelumnya tak menduga mereka sepiawai ini,” ujarnya lagi. Namun, tidak jelas dengan menggunakan mekanisme apa mereka mampu mengetahui kadar vitamin-D di dalam tubuh mereka, tapi Karsten mengira mungkin mereka memiliki reseptor otak yang peka terhadap vitamin tersebut.

“Mengingat kemampuan bunglon ’panther’ untuk secara tepat, akurat dan efektif menyesuaikan prilaku berjemur mereka sebagai hasil langsung vitamin-D3, (satu reseptor vitamin D di otak) tampaknya sangat mungkin ada pada bunglon ’panther’,” katanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: